Pedulilindungi dan Kepedulian Sebenarnya Karya Tomy Michael Dosen FH UNTAG Surabaya

Senin, 13 Juni 2022 - 11:07:16 WIB
Dibaca: 48 kali

Karya Tomy Michael Dosen FH Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berjudul Pedulilindungi Dan Kepedulian Sebenarnya yang terbit di Media Indonesia 11 Juni 2022. Bicara santai dengan teman, kalau terorisme sebetulnya sikap keraguan terhadap dunia sekitar. Terasa membingungkan mencerna kalimatnya namun menurut saya hingga sekarang kasus terorisme menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tiap saat harus ada sikap waspada dari pemerintah agar keadaan masyarakat aman. Norma hukum yang sudah ada saat ini sudah bagus dan kemunculan terorisme di dalam masyarakat bukan karena penegakan hukum yang tidak tegas namun lebih mengarah kepedulian masyarakat akan hal janggal disekitarnya. Sering juga diberitakan ketika ada teroris dalam masyarakat maka kekagetan pasti muncul. Ada yang tidak percaya karena sering berinteraksi dengan mereka atau tidak peduli. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memegang peranan penting sebetulnya. Caranya dengan meningkatkan pendekatan humanis di masyarakat misalnya di suatu RW harus ada CCTV yang terintegrasi untuk melihat tingkah laku yang mencurigakan. Cara kedua dengan terus menerus mengembangkan toleransi bisa dengan cara melestarikan acara adat setempat atau budaya yang menunjukkan jati diri Indonesia. Perdebatan hanya untuk membenarkan pemikiran akan acara adat setempat atau budaya lebih baik dihindari karena akan memunculkan kebencian baru. Kemudian peranan teknologi yang masif bisa ditangkal dengan literasi digital. Para pemuda di tingkat kecamatan menggunakan pengenalan sikap-sikap yang menumbuhkan kepedulian berciri khas kan Indonesia seperti gotong royong, musyawarah atau permainan tradisional. Talent-talent yang cakap pasti akan memberikan hasil terbaik. Dengan Tiktok salah satunya menampilkan gambaran Indonesia sebenarnya.
Cara akhir yaitu membuat narasi keagamaan yang memuat nilai-nilai luhur serta mengelaborasikan dengan pendekatan intelektual. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum harus tetap nomor satu.
Pendekatan intelektual seperti yang dilakukan tempat saya bekerja seperti penyuluhan hukum di suatu desa akan bahaya tindak pidana. Kegiatan ini dikemas dengan mengkaji data awal berupa fakta empiris di suatu desa melalui wawancara dan desa tersebut dijadikan desa binaan oleh pihak kampus. Hal ini selaras yang diprogramkan Mas Menteri Nadiem yaitu Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka. Desa binaan nantinya melibatkan seluruh elemen masyarakat karena ada porsi yang besar bagi perangkat desa dalam desa binaan untuk memberi masukan dan melaksanakan programnya yang terhambat. Biasanya hambatan berupa relasi komunikasi perangkat desa dengan masyarakat sehingga keinginan masyarakat tidak terpenuhi dan apa yang dihasilkan perangkat desa bertentangan dengan keinginan banyak. Hal menguntungkan ketika menjadi desa binaan maka akan pendampingan hukum dalam waktu tertentu sesuai perjanjian sebelumnya. Umumnya dalam desa binaan terjadi interaksi intens karena permasalahan harus diselesaikan dengan dampak yang besar bagi masyarakat. Ini akan memunculkan informasi yang sebelumnya hanya diketahui sedikit orang menjadi terbuka untuk umum sehingga penyelesaian permasalahan pun semakin banyak pilihannya.
Terorisme tidak bisa didiamkan karena ketidakpedulian tetapi banyaknya cara penyebarluasannya. Mungkin sikap keingintahuan yang terlalu besar terhadap tetangga akan merugikan kita atau sebaliknya tetapi hal itu tidaklah selalu benar. Menurut saya, terorisme dan masyarakat memiliki hubungan yang erat. Artinya ketika kita tidak peduli dengan keadaan sekitar maka ia akan muncul. Selain itu pedulilindungi seharusnya bisa diupgrade untuk scan terorisme.


Untag Surabaya || Fakultas Hukum Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya