Penelitian dan Kerjasama

Nota Kesepahaman Dan FH Universitas Borneo Tarakan

Di suatu hari, FH Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan FH Universitas Borneo Tarakan (UBT) melakukan Perjanjian Kerjasama dalam meningkatkan tridharma perguruan tinggi setelah sebelumnya dilakukan Nota Kesepahaman antara kedua perguruan tinggi. Disambut dengan hangat oleh Dekan FH UBT Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., yang mana ia menyatakan bahwa kerjasama demikian harus tetap berjalan secara sinergi. Dalam hal ini dosen Kristoforus Laga Kleden dan Tomy Michael mewakili universitas menyampaikan bahwa kerjasama ini dilalui dengan kerjasama alumni S1 dan S2 FH Untag Surabaya yaitu Sukmawaty Arisa Gustina mulanya yang berupa penjurian dalam lomba debat, penerbitan buku dengan mahasiswa S1, pemuatan hak cipta dengan dosen dan timbal balik hasil penelitian kedua fakultas. Adapun alumni S3 FH Untag Surabaya bupati aktif Tanah Tidung Undunsyah merupakan bagian dari tridharma perguruan tinggi dimana juga berkolaborasi dengan dekan FH Untag Surabaya menghasilkan karya penelitian yang dijadikan buku ber-ASBI. Kerjasama universitas ini menghasilkan realisasi berupa narasumber dari dosen Kristoforus Laga Kleden dalam Seminar Nasional Ke-3 Pengelolaan Sumber Daya Alam Di Kawasan Perbatasan, pengaplikasian tata olah jurnal secara online dan diskusi Mendeley serta cakupan kuliah berbasis Study Center Learning (SCL). Hingga saat ini, FH Untag Surabaya juga telah melakukan review naskah dari dosen dan mahasiswa FH UBT untuk dipublikasikan dalam format jurnal ilmiah terakreditasi Sinta yaitu Mimbar Keadilan, Jurnal Hukum Magnum Opus, Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune dan DiH: Jurnal Ilmu Hukum sedangkan dari Tarakan akan melakukan kerjasama penelitian akan penegakan hukum di wilayah perbatasan. Dalam tingkat universitas merencanakan pertukaran mahasiswa dalam pengabdian dan penelitian bersama dosen melalui berbagai skema dari Kemenristekdikti. Tentu saja Untag Surabaya dengan AIPT A dan Akreditasi A FH Untag Surabaya akan meningkatkan kinerja Untag Surabaya dan FH Untag Surabaya apalagi kita telah meraih urutan 50 besar se Indonesia. Jadi sebarkan kabar gembira dari kampus di puncak gunung indah ini... adakah kamu dari Tarakan?

Nota Kesepahaman Dengan Sekolah Tinggi Filsafat Widya Sasana

Dalam suatu hari FH Untag Surabaya dan Sekolah Tinggi Fisafat Widya Sasana melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman pada 9 Mei 2019. Inisiasi pertama dilakukan pada 9 Juli 2018 yang berupa pengenalan visi misi lembaga dan diskusi informal lainnya. Kemudian dalam Nota Kesepahaman yang difokuskan adalah kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi antar kedua pihak terutama berkenaan dengan martabat dan hak-hak asasi manusia, bonum commune, keadilan, dan prinsip-prinsip fundamental tata-hidup bersama. Hadir pada saat itu Dekan FH Untag Surabaya Dr. Slamet Suhartono, S.H., M.H dan Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Widya Sasana yaitu Rm. Prof. Dr. F. X. Eko Armada Riyanto beserta Rm. A. Tjatur Raharso. Di dalam sambutan awalanya, Dekan FH Untag Surabaya mengatakan bahwa pemahaman akan filsafat merupakan suatu yang pasti dalam seluruh bidang ilmu termasuk ilmu hukum dan mengingat juga bahwa FH Untag Surabaya juga memiliki Program Studi S-1, S-2 dan S-3 Ilmu Hukum. Selain itu dengan kerjasama ini, kualitas akan Tridharma Perguruan Tinggi di kedua lembaga akan semakin meningkat di tengah kebutuhan akan ilmu yang lebih spesifik.

MOU Dengan Desa Wonosalam

Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melakukan Nota Kesepahaman dengan Desa Binaan yaitu Desa Wonosalam pada 25 Februari 2019. Adapun Nota Kesepahaman ini terkait tridharma perguruan tinggi yaitu Penyuluhan, Pelatihan, Pengkajian, Penelitian, Konsultasi, Sosialisasi, Advokasi serta Pendampingan Hukum.

MOU Dengan Fakultas Hukum Universitas Tadulako

Pada 8 Maret 2019, Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mengadakan Nota Kesepahaman dengan Fakultas Hukum Universitas Tadulako. Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman diikuti dengan diskusi dan kunjungan di bagian-bagian fakultas. Diwakili oleh Saadiah Kepala Bagian Tata Usaha, Fakultas Hukum Universitas Tadulako mengatakan bahwa kunjungan ini terkait akreditasi Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang memiliki A. Selain itu, Studi Banding Administrasi juga berfokus kemahasiswaan ataupun kegiatan teknis seperti proses pengajuan seminar mahasiswa, pengabdian berupa penyuluhan hukum ataupun praktik persidangan. Selain itu, mereka juga dibawa berkeliling dan berdiskusi ke bagian Perpustakaan, Program Studi Sarjana Ilmu Hukum, Program Studi Magister Ilmu Hukum, Program Studi Doktor Ilmu Hukum serta Laboratorium Hukum. Harapan yang dicapai melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman ini yaitu tridharma perguruan tinggi lintas fakultas yang membawa kemajuan dalam ilmu hukum.

MOU Dengan Asian ARB And ADR Alliance

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Asian ARB And ADR Alliance Singapore yang diwakili oleh Profesor Steve K. Ngo dengan Dekan FH Untag Surabaya pada 11 Desember 2018. Patut diketahui bahwa penandatanganan ini adalah wujud tridharma internasional FH Untag Surabaya dengan luar negeri. Dengan demikian, penyebaran keilmuan FH Untag Surabaya semakin mengglobal.